5 Layanan VPN Terbaik Indonesia 2020

September 2020

✓ Berselancar tanpa dikenali, dengan aman dan cepat
✓ Masuk ke semua situs web tanpa batasan
✓ Nonton Netflix & mengunduh file torrent dengan aman

Navigasi halaman ini: 5 VPN Terbaik | Cara Pengujian Kami

Cara Pengujian Kami: Privasi dan Keamanan

Berikut, kemi jelaskan secara singkat mengapa privasi menjadi faktor paling genting bagi sebuah VPN, bagaimana anda bisa terlacak, dan bagaimana sebuah VPN mengubahnya.

Jika anda telah akrab dengan apa itu VPN dan bagaimana cara kerjanya, silakan lewati bagian ini untuk menuju ke bagian “Apakah VPN 100% Aman?”

Ini semua tentang privasi

Jika anda seperti kebanyakan orang, alasan paling utama mengapa anda membutuhkan VPN adalah untuk melindungi privasi anda. Dan anda memiliki lebih dari cukup alasan untuk itu:

  • Penyedia Layanan Internet (ISP, Internet Service Provider) sedang memata-matai anda dan menjual data anda.
  • Pihak pemerintah sedang melancarkan pengawasan secara besar-besaran.
  • Peretas sedang mencuri data anda melalui jaringan dan titik pancar WiFi milik publik
  • Pengiklan sedang melacak dan menjual lokasi dan identitas anda

Pada akhirnya, semuanya lebur ke dalam privasi. Sehingga anda menginginkan VPN anda agar menutup bagian ini secara sempurna. Tanpa kompromi atau pengecualian apapun.

Untuk memahami VPN mana yang melakukan tugasnya dengan baik, akan sangat membantu jika mengetahui bagaimana anda bisa terlacak dan bagaimana sebuah VPN menghentikannya.

Bagaimana anda terlacak?

Saat anda mengunjungi sebuah situs web atau mengunakan layanan daring, anda sebenarnya sedang terhubung ke sebuah jaringan yang dimiliki oleh sebuah Penyedia Layanan Internet (ISP), yang kemudian menghubungkan anda ke situs web atau layanan tersebut.

Ini terjadi di rumah, saat anda terhubung melalui ISP anda sendiri. Pun demikian saat anda di kafe atau tempat umum lainnya, yang mana anda terhubung melalui ISP kafe.

Jika anda sedang tidak menggunakan VPN, semua yang anda lakukan di dunia maya akan dengan mudah dianalisa, disimpan, dan dijual oleh ISP yang memiliki jaringan yang sedang anda gunakan. Atau jika seseorang berhasil meretas jalan menuju lalu lintas datanya, lewat serangan penengah.

Bagaimana sebuah VPN bisa merubah situasi ini?

Saat anda terhubung ke sebuah VPN, data anda terkirim melalui saluran terenkripsi. Saluran ini sering disebut terowongan VPN. Ini berarti data anda terkodekan selama melalui jaringan ISP dan selama menuju server VPN. Server VPN kemudian menghubungkan anda ke situs web atau layanan daring atas nama anda.

Ini memecahkan sedikit masalah privasi dan keamanan:

  • ISP hanya menangkap pesan acak saja. Karena data yang tiba di ISP telah terkodekan, ISP pun tidak dapat mengetahui apa yang sedang anda kerjakan di dunia maya. ISP tidak dapat melihat situs web apa saja yang anda kunjungi, layanan apa saja yang anda gunakan, atau data yang anda pertukarkan.
  • Hal yang sama juga berlaku untuk peretas manapun yang berhasil mencuri lalu lintas data antara anda dengan situs web. Peretas kini hanya melihat aliran data yang terkodekan dan tidak berguna.
  • Situs web atau layanan daring yang sedang anda gunakan, melihat VPN sebagai sumber lalu lintasnya. Bukan anda. Ini membuat mereka semakin kesulitan dalam menciptakan gambaran pengguna dan mengirimi anda iklan tepat sasaran yang selalu mengikuti anda selama di internet.

Apakah VPN 100% Aman?

Ini sangat mungkin, tetapi tidak berlaku di semua kasus. Ini tergantung pada kebijakan penyedia VPN, teknologi yang digunakannya, dan yurisdiksi tempat ia berlindung. Dan hal-hal inilah elemen-elemen dalam pengujian kami.

Bagian layanan VPN yang manakah yang kami uji?

Kami menguji 7 elemen yang berbeda untuk pengujian Privasi dan Keamanan kami:

1. Kebijakan Penyimpanan Log

Apa yang kita uji:

Kami meneliti kebijakan penyimpanan log setiap penyedia VPN dan memeriksa dengan teliti data apa saja yang mereka himpun tentang anda. Semakin sedikit data yang dihimpun, semakin baik skor yang diperoleh.

Jadi, apakah itu kebijakan penyimpanan log dan mengapa penting?

Ingatkah anda apa alasan awal yang membuat anda membutuhkan VPN? Privasi.

Baiklah, log adalah data tentang anda dan kegiatan daring anda yang dapat disimpan oleh penyedia VPN. Beberapa penyedia VPN memiliki kebijakan tanpa penyimpanan log dan (hampir) tak menghimpun data sama sekali, dan beberapa yang lainnya akan menghimpun data secukupnya untuk membuat profil pengguna yang lengkap. Yang terakhir inilah, tentunya, yang pastinya tak kita inginkan.

Ranah log yang dapat disimpan oleh sebuah VPN meliputi:

  1. Data pengguna
    1. Perangkat dan peramban web yang digunakan
    2. Alamat IP asal
    3. Informasi pembayaran
  2. Data aktivitas pengguna
    1. Data bandwidth
    2. Tanggal, waktu dan durasi koneksi
    3. Riwayat perambanan web
  3. Data kinerja server

Sebagaimana dapat anda lihat, pada kasus yang paling buruk, ini bisa hampir sama dengan data yang bisa dihimpun oleh ISP. Ditambah lagi, contohnya, data kartu kredit dan riwayat perambanan web anda akan memungkinkan penyedia VPN menciptakan profil pengguna yang sangat akurat menyerupai anda.

Untungnya, tidak ada penyedia VPN papan atas dalam perbandingan kami yang melakukan itu. Kenyataannya, penyedia unggulan, seperti ExpressVPN dan NordVPN, hanya menghimpun data untuk optimalisasi layanannya kepada anda. Mereka tidak menghimpun data sensitif apapun seperti riwayat perambanan atau alamat IP asal.

Pada kesempatan wawancara terbaru dengan CDT (Center for Democracy and Technology), ExpressVPN menjelaskan tentang data apa saja yang mereka himpun dan menutupnya dengan sebuah komentar: “Tak ada satu pun data yang memungkinkan ExpressVPN atau siapapun bisa membangun kecocokan antara orang tertentu dengan kegiatan atau perilaku di jaringan tertentu.” Dengan kata lain: ExpressVPN tidak menghimpun informasi sensitif tentang anda.

 2. Yurisdiksi

Apa yang kita uji:

Kami memeriksa di negara mana penyedia VPN, atau perusahaan payungnya, berlindung. Dan seberapa ketat kebijakan pemerintah di sana berkenaan dengan penghimpunan data konsumen dan netralitas jaringan. Semakin kurang ketat kebijakan pemerintahnya, semakin baik pula skornya.

Jadi apakah itu yurisdiksi dan mengapa penting?

Pada konteks ini, sebuah yurisdiksi adalah sebuah negara itu sendiri.

Seperti perusahaan lainnya, sebuah penyedia VPN terikat pada peraturan dan hukum yang berlaku di negara tempat ia berlindung. Dan ini bisa memiliki konsekuensi yang serius.

Tergantung pada negaranya, sebuah penyedia VPN dapat dipaksa oleh pengadilan untuk menyerahkan data log atau semua servernya. Sebagai contoh, di Amerika Serikat, sebuah agen pemerintah dapat menggunakan Surat Keamanan Nasional untuk memaksa perusahaan agar menyerahkan data pelanggan, seperti nomor telepon, internet, dan rekam perbankan.

Dan yang lebih buruk lagi, jangkauan pemerintah dapat diperluas hingga melampaui batas-batas negaranya melalui kesepakatan internasional.

Contoh bagus tentang jangkauan internasional ini adalah Kesepakatan UKUSA. Dalam kesepakatan ini, Amerika Serikat, Britania Raya, Australia, Selandia Baru, dan Kanada, sepakat untuk berbagi intelijen di antara layanan keamanan masing-masing negara tersebut. Kelompok ini pun kemudian disebut sebagai Lima Mata (Five Eyes).

Kesepakatan antara negara-negara ini menyatakan bahwa mereka tidak akan memata-matai satu sama lain. Akan tetapi, kebocoran yang diungkap oleh Snowden menunjukkan bahwa hal tersebut tidak benar. Dua agen mata-mata yaitu GCHQ milik Inggris dan sejawat Amerika-nya NSA, telah mengumpulkan dan saling bertukar intelijen dalam jumlah besar di tiap kewarganegaraan negara lain.

Untuk pengguna yang sangat rentan terhadap privasi, oleh karenanya tidak direkomendasikan menggunakan penyedia VPN yang berlindung di bawah yurisdiksi Amerika Serikat, Inggris Raya, atau negara sekutunya. Pilihan yang paling aman adalah ExpressVPN atau NordVPN yang berlindung di bawah yurisdiksi Kepulauan Virgin Britania raya dan Panama.

3. Protokol

Apa yang kita uji:

Kami menganalisa protokol mana yang ditawarkan oleh penyedia VPN, protokol mana yang menjadi bawaan (default), dan seberapa mudah beralih ke protokol lain. Semakin aman protokol bawaannya, semakin baik pula skornya.

Jadi apakah itu protokol VPN dan mengapa penting?

Sebuah protokol VPN menentukan bagaimana data dikirim melalui sambungan VPN. Terdapat beberapa protokol, dan semua memiliki spesifikasi yang berbeda. Beberapa protokol mengutamakan kecepatan, sedangkan beberapa yang lain menekankan keamanan.

Barangkali telah jelas, tapi perlu disebutkan kembali, bahwa protokol-protokol VPN tidak bekerja secara bersama-sama. Saat aplikasi VPN di perangkat anda, yang disebut klien VPN, terhubung ke server VPN, keduanya harus menggunakan protokol yang sama. Jika tidak, koneksi tidak dapat tersambung.

Pendek kata mengenai protokol VPN adalah bahwa OpenVPN adalah protokol yang paling banyak digunakan dan sangat aman, meski SSTP juga sangat handal. Sebisa mungkin hindari PPTP, dan IKEv2 dan L2TP/IPsec, yang berpotensi diretas oleh NSA. 

Jika anda menginginkan penjelasan yang lebih rinci mengenai protokol, silakan lanjut membaca. Jika tidak, silakan lompat menuju enkripsi.

OpenVPN. Secara keseluruhan adalah yang terbaik dan paling banyak dipakai dari semua protokol yang tersedia. OpenVPN adalah open source, sangat aman, mendukung enkripsi AES-256 yang hampir tak terpecahkan, dan dapat digunakan untuk apa saja: Windows, MacOS, Linux, iOS, Android, router dan banyak lagi. Baca selengkapnya di Wikipedia.

SSTP. Sebuah protokol yang dikembangkan oleh Microsoft, dan telah terintegrasi penuh dengan semua sistem pengoperasian Windows sejak Vista Service Pack 1. Ini memungkinkan SSTP dapat digunakan dengan Winlogon, sebuah chip pintar, yang menyediakan keamanan tambahan. SSTP menggunakan 256-bit kunci SSL untuk enkripsi, dan memiliki dukungan asli untuk Linux, Windows dan sistem BSD. iOS, Android, dan MacOS bisa menggunakannya melalui klien pihak ketiga. Secara keseluruhan, SSTP adalah protokol yang sangat aman. Baca selengkapnya di Wikipedia.

L2TP / IPSec. L2TP, singkatan dari Layer 2 Tunnel Protocol, adalah generasi penerus protokol PPTP oleh Microsoft dan protokol L2F oleh Cisco. Karena dia tidak menyediakan enkripsi sendiri, dia pun digabung dengan protokol keamanan IPSec. Gabung jadi satu, mereka pun membentuk protokol yang sangat aman dengan enkripsi AES-256. Akan tetapi, masih juga terjadi kebocoran, yang memunculkan dugaan NSA mungkin sudah bisa meretas IPSec ini. Barangkali sebisa mungkin hindarilah protokol ini. Baca selengkapnya di Wikipedia.

IKEv2 (Internet Key Exchange, Version 2). Juga dikembangkan oleh Cisco dan Microsoft. IKEv2 adalah protokol penghubung, dan seringkali dipasangkan dengan IPSec untuk enkripsi. IKEv2 sering dipakai di VPN perangkat bergerak (seluler), karena kemampuannya kembali terhubung setelah terputus sementara dari jaringan atau berpindah jaringan. Dokumen Snowden memperkirakan NSA juga sudah berhasil meretas IKEv2 juga. Jadi ada baiknya menghindari protokol ini. Baca selengkapnya di Wikipedia.

PPTP. PPTP, singkatan dari Point-to-Point Tunneling Protocol merupakan protokol tertua di antara lainnya. Meski kadang kala masih digunakan, sebagian besar VPN telah berpindah ke solusi yang lebih modern. Secara keseluruhan, protokol ini dianggap cepat, tapi harus ditebus mahal karena resiko kerapuhan keamanannya. Protokol ini harus dihindari. Baca selengkapnya di Wikipedia.

4. Enkripsi

Apa yang kita uji:

Kami meneliti enkripsi bawaan yang digunakan oleh penyedia VPN. Semakin aman enkripsinya, semakin baik pula skornya.

Jadi apakah itu enkripsi dan mengapa penting?

Konsep dasar dari enkripsi adalah sebagai berikut: Anda mengambil data biasa dan mengubahnya menggunakan kode rahasia (yang disebut kunci atau key) menjadi pesan acak yang tidak terbaca. Kemudian anda mengirim pesan acak itu kepada penerima yang memegang kunci untuk mengubahnya kembali menjadi data biasa.

Di era digital masa kini, kita menggunakan algoritma AES (Advanced Encryption Standard) untuk mengenkripsi dan mengdekripsi data. Algoritma ini dapat menggunakan panjang kunci yang berbeda untuk enkripsi data; yang paling banyak digunakan di dalam industri VPN adalah AES-128 dan AES-256. Meskipun AES-256 adalah yang paling aman di antara keduanya, secara umum telah diakui bahwa AES-128 sudah cukup aman.

Dan teknologi AES tidaklah terkhusus untuk teknologi VPN. Alat kompresi seperti Winzip menggunakannya, perangkat lunak enkripsi seperti BitLocker menggunakannya, password manager seperti LastPass menggunakannya, dan, tentunya, aplikasi pengirim pesan seperti Whatsapp pun menggunakannya. AES ada di mana-mana.

 5. Server DNS Milik Sendiri

Apa yang kita uji:

Kami menganalisa apakah penyedia VPN menggunakan server DNS milik sendiri, ataukah menggunakan server DNS dari pihak ketiga. Jika ia menggunakan milik sendiri, ia akan mendapatkan skor lebih baik.

Jadi apakah itu Server DNS dan mengapa penting?

Untuk memahami mengapa ini penting, kami akan memandu anda melalui penjelasan-penjelasan dasar. Akan kami jelaskan apakah itu nama domain, apakah itu DNS, dan mengapa penting bagi penyedia VPN agar menggunakan server DNS milik sendiri.

Apakah itu nama Domain? 

Ketika kita manusia meramban internet, kita mengunjungi situs web dengan menulis nama domain pada laman peramban web kita. Sebagai contoh google.com atau facebook.com

Akan tetapi, peramban web tidak mengunjungi nama-nama domain. Peramban akan menuju alamat IP (Internet Protocol), yang berupa serangkaian panjang angka-angka yang digunakan untuk mengenali sebuah situs web. Deretan angka yang terlalu panjang untuk kita ingat-ingat.

Jadi kita membutuhkan sistem untuk menerjemahkan nama domain ke dalam alamat IP. Di sinilah DNS berperan.

Apakah itu DNS?

DNS adalah singkatan dari Domain Name System. DNS dapat dianggap sebagai buku teleponnya internet. Sebagaimana buku telepon yang mencatat nomor telepon di belakang nama seseorang, DNS menyediakan alamat IP yang mudah dikenali komputer untuk sebuah nama domain.

Peramban web anda kemudian tahu sumberdaya mana yang ingin anda muat dan mengirim anda kepada situs web yang tepat.

Apakah itu server DNS?

Sebuah server DNS, juga dikenal sebagai server nama, adalah server yang menyimpan basis data berukuran besar berisi nama-nama domain dan alamat IP. Tugasnya adalah untuk mencari alamat IP yang benar milik nama domain yang telah anda ketikkan di laman peramban.

Jadi mengapa sebuah VPN musti memiliki server DNS-nya sendiri?

Demi menangani permintaan DNS anda, penyedia DNS memastikan bahwa permintaan tersebut ditangani oleh protokol penghubung dan enkripsi yang sama sebagai lalu lintas internet anda. Permintaan DNS anda bisa kemudian:

  • Lolos sensor oleh pemerintah atau organisasi lain dengan mencegat permintaan DNS anda.
  • Lolos upaya peretasan atau manipulasi yang mengarahkan anda ke situs web phishing atau penipuan.
  • Tidak terekam oleh pihak ketiga yang dapat menyimpan situs web apa saja yang telah anda dikunjungi, kapan saja dan dari mana saja.

Pendek kata: Permintaan DNS yang terekspose dapat membahayakan keamanan dan privasi anda.

6. Uji Tombol Pemutus (Kill Switch)

Apa yang kita uji:

Kami menganalisa apakah penyedia VPN memiliki fitur tombol pemutus (kill switch) dan kami melakukan pengujian apakah fitur tersebut bekerja dengan benar. Jika fitur tersedia dan berfungsi, VPN yang bersangkutan akan mendapat skor bagus.

Jadi apakah itu tombol pemutus dan mengapa penting?

Tombol pemutus (kill switch) adalah fitur keamanan pada VPN yang secara otomatis memutus koneksi internet saat koneksi terenkripsi VPN gagal menyambung. Fitur ini akan memblokir semua aliran data masuk dan keluar hingga koneksi VPN pulih kembali.

Tombol pemutus adalah fitur yang sangat penting untuk sebuah VPN, karena saat terjadi kegagalan koneksi terenkripsi VPN, perangkat anda akan cenderung mencoba terhubung kembali dan mengekspose kegiatan daring anda.

VPN dalam pengujian kami, yaitu ExpressVPN, CyberGhost, NordVPN, Hotspot Shield Elite, dan Private Internet Access memiliki tombol pemutus. Norton Secure VPN dan Panda Dome tidak.

Kami mensimulasikan hilangnya koneksi terenkripsi secara tiba-tiba dengan melepas kabel jaringan, dan memasangnya kembali setelah 60 detik. Seperti yang diperkirakan, hanya VPN dengan tombol pemutus yang tidak membocorkan alamat IP asli. VPN tanpa tombol pemutus terhubung kembali pada koneksi yang tidak terenkripsi dan membocorkan alamat IP asli saat koneksi VPN kembali terpasang.

Juga perlu kami sampaikan di sini, bahwa ExpressVPN adalah satu-satunya VPN dengan fitur tombol terputus telah menyala sebagai bawaan. Pada VPN lain yang memiliki tombol pemutus, pengguna harus menyalakannya secara manual. Hal ini sangatlah penting dari perkiraan sebagian besar orang. Karena sebagian besar pengguna tidak tahu nilai penting tombol pemutus, menyalakannya bisa dengan mudah terlupakan.

7. Uji Kebocoran

Apa yang kita uji:

Kami menguji masing-masing VPN terhadap kemungkinan bocornya informasi dan data, seperti permintaan DNS dan alamat IP asli. Semakin sedikit kebocorannya, semakin baik pula skornya.  

Jadi apakah itu kebocoran dan mengapa penting?

Sebuah kebocoran terjadi ketika VPN membuat beberapa data pribadi, yang seharusnya tak terlihat, menjadi terlihat. Dan ini bisa menjadi masalah besar.

4 kebocoran potensial yang kami uji adalah:

  1. Kebocoran DNS. Sebuah DNS bertanggungjawab mengarahkan anda ke situs web yang tepat saat anda mengetikkan nama domain-nya, seperti google.com. Ketika VPN gagal menyembunyikan permintaan DNS anda, meskipun semua data anda telah dienkripsinya, kami sebutlah ini sebagai kebocoran DNS. Ini dapat menyebabkan masalah karena ISP anda atau penyedia DNS kini dapat membaca situs web yang sedang anda kunjungi.
  2. Kebocoran IP. Sebagaimana telah dijelaskan secara rinci pada bagian terdahulu, kami menguji masing-masing VPN untuk kegunaan yang memadai dari fungsi tombol pemutus. Ini sangatlah penting, karena tombol pemutus bertanggungjawab untuk memastikan alamat IP asli tidak bocor saat koneksi terenkripsi VPN tiba-tiba terputus.
  3. Kebocoran WebRTC. WebRTC, yang merupakan singkatan dari Web Real-Time Communication, adalah sekelompok teknologi yang digunakan peramban web untuk berkomunikasi satu sama lain. Karena WebRTC menggunakan metode deteksi alamat IP yang lebih rumit, tidak semua VPN memberi perlindungan terhadap kebocoran ini. Terkhusus Google Chrome dan Mozilla Firefox sangatlah rentan terhadap kebocoran tipe ini. Tetapi, untungnya, ada juga cara memperbaikinya.
  4. Kebocoran Windows Credential. Terjadinya kebocoran ini sudah cukup lama dan sulit diperbaiki, tapi sangat berbahaya. Saat menggunakan peramban Edge atau Internet Explorer, sangat mungkin terjadi kebocoran nama pengguna (username) dan kata kunci (password) Windows. Karena nama pengguna dan kata kunci seringkali dipakai ulang, tidak saja untuk produk Microsoft, hal ini pun bisa menjadi ancaman keamanan yang serius.

     

    Cara Pengujian Kami: Kecepatan

    Mari kita bahas sisi yang kurang mengenakkan terlebih dahulu: VPN memperlambat anda. Ini adalah bagian dari kegiatan enkripsi dan dekripsi data, serta pengalihannya menuju server tambahan.

    Akan tetapi jika anda memilih server cepat yang dekat dengan anda, penurunan kecepatan tidak akan begitu dramatis. Reduksi hingga 14% pada kecepatan unduh tampaknya adalah hal yang rata-rata terjadi di Eropa Barat. Kami membayangkan kisaran angka yang sama akan dialami pula di belahan dunia lain yang sedang berkembang.

    Kami akan menunjukkan kepada anda bagaimana kami sampai pada angka 14% tersebut:

    Pada pengujian VPN kami yang pertama, kami menganalisa 16 VPN pada kecepatan koneksi 100 Mbps di Antwerp (Belgia). Lokasi server yang paling optimal dari seluruh VPN tersebut adalah Frankfurt (Jerman). Lokasi ini merupakan pusat kegiatan dengan koneksi dan server yang sangat cepat, sehingga hampir setiap VPN tampaknya memiliki paling tidak satu server di sana.

    Ketika kami mengarahkan lalu lintas ke sana, rata-rata kecepatan pengunduhan di ke-16 VPN adalah 86 Mbps, yang menunjukkan pengurangan kecepatan sebanyak 14% dari kecepatan koneksi dasar 100 Mbps.

    Harap diingat bahwa ini adalah angka rata-rata dan bahwa hasil sebenarnya sangat bervariasi. VPN paling lambat, Tunnelbear, memiliki kecepatan unduh 74Mbps, yaitu pengurangan kecepatan hingga 26% dari kecepatan dasar. Sementara itu, VPN tercepat, NordVPN, masih mencapai kecepatan unduh 92 Mbps, yaitu hanya 8% lebih lambat.

    Sangat penting di sini untuk melakukan pengujian pada beberapa sever VPN anda untuk memperoleh gambaran pada server mana anda memperoleh koneksi tercepat. Janganlah menerima begitu saja lokasi otomatis yang diterapkan VPN untuk anda. Kami menemukan bahwa server tersebut, seringkali, bukanlah server tercepat.

    Bagaimana rancangan pengujiannya?

    • Lokasi: Antwerp, Belgia
    • Kecepatan unduh dasar: 100 Mbps
    • Sistem pengoperasian: MacOS High Sierra
    • Perangkat keras: Intel Core CPU i5 2,6 GHz / 8 GB RAM
    • Perangkat lunak pengujian: aplikasi MacOS yaitu Speedtest dari Ookla

    Cara Pengujian Kami: Fitur

    Ada 5 fitur yang harus dimiliki VPN:                                                  

    • harus memiliki server di banyak lokasi di seluruh dunia
    • harus mendukung sebagian besar platform dan perangkat yang umum digunakan
    • harus mengijinkan beberapa perangkat terhubung dibawah satu rekening langganan
    • harus mampu bekerja dengan layanan penyiaran dan lalu lintas torrent
    • harus mampu mengelabui upaya sensor di negara tertentu

    Berikut ini kami jelaskan masing-masing fitur tersebut secara singkat, dan akan kami tunjukkan pula kepada anda peringkat penyedia VPN di tiap-tiap fitur tersebut.

    1. Lokasi Server

    Apa yang kita uji:

    Kami menganalisa negara-negara di dunia di mana setiap penyedia VPN memiliki paling tidak satu server. Semakin banyak negaranya, semakin baik pula skor yang didapatnya.

    Jadi apakah itu lokasi server dan mengapa penting?

    Saat anda menjalankan aplikasi VPN dan membuka koneksi, anda menciptakan koneksi terenkripsi antara perangkat anda dan server VPN. Di manakah server VPN itu berada, disebut sebagai lokasi server, contohnya, New York.

    Beberapa penyedia layanan VPN memberi anda kesempatan untuk memilih server di tingkat kota, sebagai contoh, London atau Melbourne. Sementara itu VPN lain hanya mengijinkan anda memilih server di tingkat negara, sebagai contoh, Jerman atau Brasil. Pada kasus kedua, VPN kemudian secara otomatis memilihkan server di sebuah kota untuk anda.

    Di sebagian besar negara, penyedia layanan VPN hanya memiliki satu lokasi server. Negara-negara ini secara geografis tidak terlalu luas, tidak memiliki banyak pengguna, atau keduanya. Ini membuat kurang masuk akal jika berinvestasi di banyak lokasi server.

    Tak mengejutkan, sebagian besar penyedia VPN memiliki server di banyak lokasi di Amerika Serikat, yang merupakan negara besar dengan banyak pengguna. Sebagaimana kebanyakan penyedia VPN tidak memiliki server sama sekali di Luxemburg. Dan jika pun memiliki, hanya di satu kota saja.

    Dalam telaah kami, kami lebih memusatkan perhatian pada negara, bukan kota.

    Jadi mengapa lokasi server penting?

    Untuk dua alasan.

    1. Kecepatan

    Semakin dekat anda pada sebuah server VPN, semakin besar kecepatan unduh anda. Di atas itu semua, mengirimkan data terenkripsi secara bolak balik antara perangkat anda dan server VPN, cukup memakan waktu. Sehingga anda pun ingin memilih penyedia VPN dengan server yang relatif lebih dekat. Lokasinya bisa jadi ada di sebuah negara di benua anda, di negara atau bahkan di kota anda, tergantung di mana anda tinggal.

    Karena sebagian besar penyedia VPN memusatkan perhatiannya pada server di lokasi yang paling banyak terdapat pelanggan (Amerika Utara, Eropa Barat, Asia Tenggara, Asia Timur, dan Australia), sangatlah penting bagi pengguna dari luar wilayah tersebut untuk memeriksa lokasi karena mereka punya lebih sedikit sever terdekat di hampir semua penyedia VPN.

    1. Membuka kunci konten

    Beberapa layanan daring terbatas pada wilayah tertentu. Contoh bagus adalah Netflix yang menampilkan acara tertentu di Amerika Serikat yang tidak dapat ditonton oleh pengguna dari wilayah lain. Dengan menggunakan VPN, anda dapat membuka kunci sehingga dapat menonton acara-acara tersebut.

    Bagaimana cara kerjanya adalah masuklah anda ke server VPN yang berlokasi di Amerika Serikat, sebagai contoh, Los Angeles. Netflix akan melihat alamat IP server tersebut, bukan alamat IP anda. Netflix, kemudian, berpikir anda sedang berada di Amerika Serikat dan akan memberi anda sajian acara lokal.

    Ini berhasil pula untuk banyak layanan yang dibatasi secara geografis lainnya.

    2. Platform dan Perangkat

    Apa yang kita uji:

    Kami menganalisa apa saja sistem pengoperasian (OS), perangkat siaran, konsol permainan, dan router yang didukung oleh per penyedia VPN. Kami juga memeriksa apakah VPN menawarkan ekstensi khusus pada peramban web. Kami mencek hal-hal sebagai berikut:

    • OS: Windows, Mac, Android, iOS, dan Linux.
    • Perangkat Siaran: Apple TV, Android TV, Chromecast, dan Roku.
    • Konsol Permainan: PlayStation, Xbox, dan Nintendo.
    • Lain-lain: Router.
    • Ekstensi pada Peramban: Chrome, Firefox, dan Safari.

    Jadi apakah itu platform dan perangkat dan mengapa penting?

    Ketika kami menyebut platform, yang kami maksud adalah sistem pengoperasian.

    Sistem pengoperasian adalah antarmuka yang melaluinya anda bisa berinteraksi dengan perangkat anda. Sistem pengoperasian juga mengelola perangkat lunak lainnya, seperti VPN Client, pada perangkat anda. Ada 5 perangkat lunak sistem pengoperasian yang utama: WindowsMacAndroidiOS, dan Linux. Di luar itu, penyedia VPN harus mendukung sebanyak mungkin sistem pengoperasian sehingga ia bisa melayani sebagian besar pengguna.

    Saat kami menyebut perangkat, yang kami maksud adalah konsol permainan dan perangkat siaran.

    Konsol permainan dan perangkat siaran digunakan untuk memutar permainan dan menerima siaran konten media. Perangkat yang paling banyak digunakan untuk konsol permainan adalah Playstation, Xbox, dan Nintendo. Di sisi siaran, Apple TV, Amazon Fire TV, Chromecast, dan Roku adalah perangkat yang paling diutamakan. Menyediakan aplikasi khusus, atau solusi, untuk perangkat-perangkat ini bukanlah sebuah keharusan bagi VPN, akan tetapi bisa menjadi bonus menarik untuk kalangan pengguna tertentu.

    Ekstensi VPN untuk peramban web ChromeFirefox, dan Safari, adalah versi ringan VPN yang terpasang pada perangkat anda. Beberapa ekstensi, seperti milik ExpressVPN, membuat anda dapat mengendalikan VPN anda secara jarak jauh dari peramban web anda. Akan tetapi kebanyakan ekstensi hanya merupakan alat penerus (proxy) ketimbang VPN yang berfungsi secara penuh. Sangat penting mengetahui perbedaannya:

    Aplikasi VPN yang berfungsi penuh di tingkat sistem pengoperasian. Ini artinya VPN mengenkripsi semua kegiatan internet anda, di semua aplikasi anda. Kebanyakan ekstensi peramban web untuk VPN memberikan proteksi yang jauh lebih lemah:

    • Pada bentuknya yang paling dasar, ekstensi VPN pada peramban web bekerja sebagai server proxy (penerus) tapi tidak mengenkripsi data anda. Ini artinya ekstensi tersebut mengalihkan lalu lintas data anda melalui server VPN, sebagai contoh, sebuah server di New York. Dengan demikian, ia membuat situs web mempercayai anda sedang berada di New York. Meskipun alamat IP dan lokasi anda telah disembunyikan, lalu lintas data anda tidak terenkripsi.
    • Pada bentuk lanjutannya, ekstensi VPN pada peramban web bekerja sebagai server proxy (penerus) sekaligus mengenkripsi lalu lintas data anda. Kini mereka bekerja mirip seperti VPN penuh. Akan tetapi, harap ingat bahwa hanya lalu lintas data di peramban web anda saja yang sudah terlindungi. Semua kegiatan internet lain dari perangkat anda, yang tidak dijalankan melalui peramban web, belum terlindungi.

    3. Jumlah Koneksi

    Apa yang kita uji:

    Kami mencek jumlah koneksi simultan yang bisa anda pakai dalam sekali berlangganan. Dengan kata lain, jumlah perangkat (laptop, telepon, TV) yang boleh terhubung dibawah satu pembayaran.

    Kami juga menghitung berapa harga per satu koneksi. Kami menghitung ini dengan membagi biaya langganan tahunan bagi pelanggan berbasis Amerika Serikat, dengan jumlah koneksi yang diijinkan.

    Jadi apakah itu jumlah koneksi dan mengapa penting?

    Jumlah koneksi akan memberi anda informasi tentang berapa banyak perangkat yang boleh terhubung dalam satu rekening langganan. Jika anda menggunakan VPN hanya untuk pribadi, 3 perangkat biasanya sudah cukup. Dengan itu, anda dapat melindungi laptop, telepon, dan salah satu dari perangkat siaran atau konsol permainan anda.

    Akan tetapi, jika anda berencana untuk berbagi VPN dengan teman atau keluarga, ceritanya akan lain. Dapat menghubungkan 7 perangkat secara bersamaan akan seketika memberi anda perlindungan pada telepon dan laptop anda pribadi, sekaligus juga perlindungan pada perangkat-perangkat lain milik dua orang teman. Anda pun dapat berbagi tagihan VPN sehingga nilai uangnya akan lebih tinggi.

    4. Siaran dan Lalu Lintas Torrent

    Apa yang kita uji:

    Kami menguji apakah VPN dapat digunakan pada Netflix Amerika Serikat dan apakah lalulintas torrent (P2P) diperbolehkan untuk servernya.

    Jadi apakah itu siaran dan lalu lintas torrent dan mengapa penting?

    Sebagian besar orang akan akrab dengan layanan siaran seperti Netflix, Hulu, BBC iPlayer, Sling TV, HBO Now, Amazon Prime Video, dan banyak lagi. Tetapi tidak semuanya tahu bahwa siaran-siaran ini seringkali terbatas hanya pada wilayah geografis tertentu. Ini artinya anda tidak akan bisa mengakses semua acara untuk semua lokasi di seluruh dunia. Dan dari beberapa lokasi, seperti Cina, anda tidak akan dapat mengakses Netflix sama sekali.

    Akan tetapi, telah menjadi praktik populer untuk terlebih dahulu masuk (log-in) dari VPN berbasis Amerika Serikat sebelum menonton Netflix. Karena Netflix kini mengira anda sedang menonton dari komputer yang ada di AS, ia akan menampilkan semua tayangan yang ada untuk Amerika Serikat.

    Meskipun Netflix sedang menindak penggunaan VPN pada layanannya, kebanyakan VPN masih memiliki setidaknya satu server yang beroperasi dengan baik untuk Netflix.

    Pemakaian lalu lintas torrent sedikit lebih rumit. Pada intinya, lalu lintas torrent tak lebih dari sekedar jaringan berbagi file. Hanya saja, prosesnya dijalankan secara cerdas.

    Bayangkan anda sedang mengunduh sebuah film (tanpa hak cipta) menggunakan torrent.

    Ketimbang mengunduh film secara langsung, anda mengunduh sebuah file torrent, yang juga disebut pelacak (tracker). Dengan menggunakan file ini, anda dapat mengunduh film melalui aplikasi yang dibuat khusus untuk itu seperti BitTorrent atau uTorrent.

    Film akan dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, dikenal sebagai paket. Paket-paket ini disimpan di server, yang dikenal sebagai seeder (penyemai), dan disimpan pula di sejumlah besar komputer yang mengunduh film yang sama. Komputer-komputer ini disebut rekan (peer).

    Pada sistem ini tiap-tiap rekan (peer) berfungsi sebagai server mini. Ini karena setiap orang yang sedang mengunduh film yang sama, juga mengunggah bagian film yang sudah mereka unduh. Inilah mengapa lalu lintas torrent juga disebut peer-to-peer (P2P).

    Ini adalah sistem yang sangat pintar yang didesain untuk memperingan beban jaringan. Dan sistem ini tidak ada kaitannya dengan hal-hal ilegal. Masalah baru muncul ketika anda mengunduh film yang memiliki hak cipta.

    Akan tetapi beberapa negara menutup akses situs web torrent dan beberapa pihak di AS telah dituntut secara hukum karena mengunduh materi dengan hak cipta. Meskipun permasalahan ini tidak berakibat apapun, permasalahan bisa dihindari sepenuhnya jika pengunduh menyembunyikan pemakaian internetnya dengan VPN.

    Harap diingat bahwa anda secara pribadilah yang selalu harus bertanggungjawab atas penggunaan VPN anda. Bukan SoftwareLab, maupun salah satu penyedia VPN, yang menyarankan anda untuk mengunduh atau mengunggah materi dengan hak cipta.

    5. Pengelabuan Sensor

    Apa yang kita uji:

    Kami menguji apakah VPN bisa digunakan secara handal di Cina, salah satu wilayah yang memiliki sensor paling ketat di dunia.

    Jadi apakah itu penyensoran dan mengapa penting?

    Ternyata ada banyak sekali negara yang melakukan penyensoran internet. Menurut sebuah laporan Freedomhouse, ada 19 negara yang membatasi akses penduduknya ke internet secara ketat dengan memblokir banyak sekali situs web dan layanan. Yang mana adalah masalah besar.

    Secara keseluruhan, kita tidak menggunakan internet untuk berkomunikasi, bekerja, dan bepergian saja. Yang juga penting, kita perlu menggunakan internet untuk belajar politik, agama dan topik lain yang seharusnya tidak disensor oleh sebagian kecil orang yang berkuasa. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengupayakan internet yang senantiasa terbuka dan bebas.

    Dengan VPN anda dapat mengenkripsi pemakaian internet anda, memastikan pemerintah tidak dapat melihat apa yang sedang anda kerjakan. Yang terpenting lagi, anda dapat masuk ke server di lokasi lain di seluruh dunia, dan mengunjungi situs web seolah-olah anda penduduk lokal sana, mengelabui upaya penyensoran.

    Tentu saja, pemerintah menyadari bahwa VPN bisa mengelabui sensor. Oleh karena itu beberapa pemerintah mengambil tindakan untuk memblokir penggunaan VPN.

    Dalam permainan kejar-kejaran kucing dan tikus yang tak berujung, beberapa penyedia VPN mengembangkan teknologi untuk menutupi lalu lintas VPN dan membuatnya mirip seperti lalu lintas HTTPS biasa. Ini membuat semakin sulit bagi pemerintah untuk mengungkap penggunaan VPN. Contoh bagus tentang adanya teknologi ini adalah protokol Chameleon yang dikembangkan oleh VyprVPN.

    Karena Cina, yang menggunakan kehebatan Firefall of China, tidak saja memiliki salah satu piranti sensor paling ketat di dunia, tetapi penyensoran itu juga berpengaruh pada banyak sekali orang, ialah menjadi pijakan uji pengelabuan sensor kami.